HARIANRIAU.CO - Bekerja dari rumah atau WFH (Work From Home) telah menjadi gaya hidup baru bagi banyak orang, terutama sejak pandemi dan semakin berkembangnya sistem kerja hybrid. Namun, tidak semua orang merasa produktif saat bekerja dari rumah. Salah satu alasannya adalah workspace atau ruang kerja yang kurang optimal.
Faktanya, lingkungan kerja memiliki pengaruh besar terhadap fokus, kenyamanan, dan hasil kerja. Oleh karena itu, penting untuk memaksimalkan workspace agar mendukung produktivitas harian. Berikut beberapa tips praktis dan mudah dilakukan untuk menciptakan workspace ideal di rumah.
1. Pilih Lokasi yang Tenang dan Minim Gangguan
Langkah pertama dalam memaksimalkan workspace di rumah adalah memilih lokasi yang tenang. Hindari tempat yang ramai, seperti dekat dapur atau ruang keluarga. Jika memungkinkan, pilih ruangan dengan pintu yang bisa ditutup agar lebih privat.
Tips:
- Gunakan sekat ruangan jika tidak punya ruang khusus
- Hindari lokasi dekat TV atau area bermain anak
- Pastikan Anda tidak sering terganggu saat bekerja
Lingkungan yang tenang dapat meningkatkan konsentrasi dan mengurangi stres saat menghadapi deadline.
2. Pencahayaan Alami dan Lampu yang Cukup
Cahaya alami sangat penting untuk kesehatan mata dan mood. Sebisa mungkin tempatkan meja kerja dekat jendela. Selain itu, gunakan lampu tambahan dengan pencahayaan putih netral agar tetap nyaman saat bekerja malam hari.
Manfaat pencahayaan yang baik:
- Mengurangi kelelahan mata
- Meningkatkan mood dan semangat kerja
- Menjaga postur karena Anda tidak perlu mencondongkan badan ke layar
Jika perlu, gunakan lampu meja LED dengan fitur adjustable brightness.
3. Gunakan Meja dan Kursi Ergonomis
Pemilihan furniture sangat memengaruhi kenyamanan kerja. Investasikan pada kursi kerja ergonomis yang menopang punggung dan meja dengan tinggi yang sesuai.
Kriteria ideal kursi kerja:
- Sandaran punggung menyeluruh
- Bantalan empuk dan tidak membuat cepat pegal
- Ketinggian bisa disesuaikan
Meja sebaiknya memiliki permukaan yang cukup luas untuk laptop, mouse, dan dokumen penting agar meja tidak terasa sempit.
4. Rapikan dan Jaga Kerapian Meja
Workspace yang berantakan bisa mengganggu konsentrasi dan membuat Anda cepat lelah. Pastikan meja kerja hanya diisi barang-barang penting dan tidak penuh dengan benda yang tidak relevan.
Langkah sederhana:
- Gunakan organizer atau laci untuk menyimpan alat tulis
- Rutin bersihkan debu dari meja dan monitor
- Rapikan kabel dengan cable organizer
Ruang kerja yang rapi menciptakan kesan profesional dan membuat pikiran lebih tenang.
5. Tambahkan Sentuhan Pribadi dan Dekorasi Minimalis
Menambahkan elemen personal bisa membuat workspace terasa lebih nyaman dan memotivasi. Namun, hindari dekorasi berlebihan yang bisa mengganggu visual.
Contoh sentuhan pribadi yang tepat:
- Tanaman hias kecil di sudut meja
- Quotes motivasi di dinding
- Foto keluarga atau hewan peliharaan favorit
Nuansa personal dapat membuat Anda lebih betah bekerja dan menciptakan suasana positif setiap hari.
6. Gunakan Teknologi Pendukung Produktivitas
Workspace modern tak lepas dari teknologi. Pastikan Anda menggunakan perangkat dan software yang mendukung produktivitas, seperti:
- Headset noise-cancelling untuk meeting online
- Mouse ergonomis
- Keyboard wireless
- Aplikasi to-do list seperti Trello, Notion, atau Google Keep
Teknologi yang tepat membantu Anda menyelesaikan pekerjaan lebih efisien.
7. Jadwalkan Waktu Istirahat dan Berdiri
Meski fokus pada produktivitas, penting juga untuk menjaga kesehatan tubuh. Duduk terlalu lama bisa menyebabkan pegal, sakit punggung, hingga mata lelah.
Solusi:
- Gunakan teknik Pomodoro: 25 menit kerja, 5 menit istirahat
- Bangun setiap 1 jam untuk peregangan
- Luangkan waktu untuk minum air putih dan menghirup udara segar
Dengan menjaga keseimbangan, Anda tetap sehat dan produktif setiap hari.
Memaksimalkan workspace di rumah bukan hanya soal estetika, tapi juga kenyamanan, efisiensi, dan kesehatan. Dengan mengatur pencahayaan, memilih furniture ergonomis, menjaga kerapian, dan menggunakan teknologi yang tepat, Anda bisa menciptakan lingkungan kerja yang ideal.
Ingat, workspace yang baik adalah investasi jangka panjang—bukan hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menjaga keseimbangan hidup selama bekerja dari rumah.

